propertisaya (propertisaya) wrote,
propertisaya
propertisaya

Kemenpera Tidak Memberikan Subsidi Kepada Rumah yang Dibangun di Area Sawah Produktif

Kemenpera Tidak Memberikan Subsidi Kepada Rumah yang Dibangun di Area Sawah Produktif

Kemenpera (Kementerian Perumahan Rakyat) tidak akan memberikan subsidi untuk rumah tapak yang dibangun oleh pengembang di area persawahan produktif di seluruh Indonesia. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi berkurangnya kawasan persawahan untuk perumahan masyarakat serta menunjang ketersediaan bahan pangan di masa yang akan datang.

Kemenpera Tidak Akan Subsidi Rumah Yang Dibangun Di Area Sawah Produktif
"Saat ini kami tengah menyusun Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) yang akan mengatur pemanfaatan lahan untuk kawasan perumahan. Ke depan, kami tidak akan memberikan subsidi untuk rumah yang dibangun pengembang di area sawah produktif di daerah lumbung padi di Indonesia", ujar Menpera Djan Faridz kepada sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan Pembahasan Usulan Program Pengembangan Kawasan dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Tahun Anggaran 2014 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/2).

Menurutnya, pemanfaatan tanah di daerah persawahan di daerah kerap menimbulkan permasalahan jangka panjang dan berdampak pada ketersediaan lahan untuk tanaman padi. Oleh karena itu, dirinya merasa perlu pengaturan khusus agar Pemda juga bisa ikut mengantisipasi timbulnya dampak jangka panjang pembangunan rumah di lahan sawah.

Ke depan, imbuhnya, Kemenpera akan mendorong pembangunan hunian vertikal sehingga rumah yang dibangun oleh masyarakat minimal memiliki dua lantai serta para pengembang di daerah untuk membangun Rusun. Hal tersebut juga pernah dilaksanakan oleh Perumnas yang membangun hunian minimal empat hingga lima lantai untuk masyarakat sehingga mereka ke depan terbiasa hidup di Rusun.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut sekitar 19 kepala daerah dari pemerintah kabutpaten kota yang ada di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kalimantan, Asosiasi pengembang di Indonesia serta para pejabat di lingkungan Kemenpera.

Kami akan mengajak masyarakat untuk membangun rumah minimal dua lantai jadi tanah yang digunakan untuk pembangunan rumah tidak terlalu besar dan bisa memanfaatkan tanah yang ada untuk bercocok tanam dan resapan air. Sebenarnya masyarakat juga tidak terlalu repot jika tinggal di Rusun tapi mereka belum terbiasa saja", terangnya.

By RumahHakMilik.com
Tags: artikel properti, informasi properti
Subscribe

Recent Posts from This Journal

  • Cara Jitu Membeli Rumah Bekas

    Cara Jitu Membeli Rumah Bekas 1. Tanyakan usia bangunan rumah. Secara sederhana anda bisa mengklasifikasi usia bangunan rumah yaitu : baru (kurang…

  • Cara Jitu Melihat Properti Sewaan

    Cara Jitu Melihat Properti Sewaan Sepertinya anda harus membawa buku catatan dan pena. karena anda akan memerlukannya untuk mencatat detil-detil…

  • Mencari Tempat Tinggal yang Tepat

    Mencari Tempat Tinggal yang Tepat Pedoman untuk Menyewa atau Mencari Properti Sewaan yang Tepat. Penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang…

  • Post a new comment

    Error

    Anonymous comments are disabled in this journal

    default userpic
  • 1 comment